Recent Comments

Kitchen Headline


Behind The Scene - Es Kuwut

Saya bukan orang yang senang mengabadikan foto BTS (Behind The Scene) setiap motret, kecuali ada keperluan tertentu seperti foto Es Kuwut ini. Awalnya foto ini mau saya pakai untuk "satu proyek" (yang gak kelar-kelar) yang memang harus ada BTS-nya, tapi karena lain dan satu hal, saya batalkan.

Berhubung ada yang tanya BTS dan bagaimana saya mengedit foto ini, saya posting disini aja biar lebih gampang dilihat.

BTS Es Kuwut


Tiap motret, set-up-nya sederhana aja, gak ribet seperti yang orang pikir. Saya tidak selalu pakai diffuser atau reflektor, sesuai dengan kebutuhan saja. Disini saya pakai reflektor aluminium foil yang tadinya adalah bekas alas cake ulang tahun saya (2012 lalu) untuk memberikan cahaya tambahan kedalam gelas agar isinya yang berwarna-warni itu terlihat lebih jelas. Lokasi pemotretan di teras balkon sekitar jam setengah empat sore.



Saya selalu motret memakai RAW karena lebih luwes untuk dikoreksi nantinya, walaupun menghabiskan banyak memori. External HD saya yang 2 TB aja sudah sisa 500GB saja. Walaupun menggunakan format RAW, bukan berarti saya motretnya asal aja, malah sebaliknya. Saya selalu mengusahakan untuk sebaik mungkin demi mengurangi waktu editing, apalagi saya ngeditnya melantai (gak punya meja kerja *kode* *sebentarlagisayaultah*), jadi kalau ngeditnya lama, bakalan sakit pinggang :D

Untuk editing, selain menggunakan DPP (software editor bawaan Canon), saya juga pakai LR aka Lightroom. Kenapa sih saya pakai LR? Karena eh karena saya sampai sekarang belum bisa pakai PS, walaupun niat belajar sudah menggebu dari tahun 2009, yah.. yang penting udah niat, udah dicatat bukan?

Selain alasan ketidakmampuan saya menggunakan PS, LR juga ramah dan mudah buat orang-orang seperti saya, gak ada layer-layer yang bikin pusing. Setiap edit, bagian yang saya utak-atik adalah bagian BASIC di LR. Waktu motret saya pakai WB Daylight dan di rumah saya yang tercatat kamera adalah suhu 5850K (WB: As Shot). Bila saya ubah ke default WB Daylight LR, maka suhunya akan turun jadi 5500K, tapi tidak saya lakukan karena sudah sesui dengan alas putihnya. Waktu pemotretan, exposure bias sudah saya naikkan +1, jadi saya tidak merasa perlu untuk menambahkan exposure. Yang saya ubah disini adalah kontras, shadow, white, black, clarity dan vibrance (nilainya bisa dilihat difoto).

Buat saya, mengedit foto itu bukan tabu, karena editing adalah penting! Editing itu seperti make-up yang membuat apa yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, atau mempercantik. Editing bukanlah operasi plastik yang bisa membuat hidung pesek menjadi mancung, karena itulah saya selalu berusaha untuk memastikan lighting dan set-up saya sudah benar sebelum saya menekan tombol shutter. Menghemat waktu editing demi pinggang yang sehat :)

Semoga berguna.

Salam!

0 comments :