Recent Comments

Kitchen Headline


Motret Bayi Itu Seru!

Banyak orang yang tidak tahu bahwa job pertama saya adalah motret anak bayi, bukan motret makanan seperti yang orang duga. Jadi nanti kalau suatu hari saya bikin kuis dan ada pertanyaan apa job pertama saya sebagai fotografer, udah tau jawabannya ya :)


Pengalaman pertama motret bayi itu lumayan bikin saya senewen karena saya sama sekali tidak tahu bagaimana cara memotret bayi yang baik dan benar. Beberapa hari sebelum motret saya asik googling artikel tentang newborn/baby photography yang malah bikin saya senewen. Kok bisa? Ya bisa pastinya karena saya malah jadi pusing darimana saya bisa dapetin props yang lucu-lucu itu? Gak mungkin banget bayinya saya bungkus pake serbet, atau saya taruh diatas nampan. Ini bayi loh, bukan makanan. Trus posenya? Bagaimana itu bisa buat bayi tidur telungkup lucu seperti itu? Benar-benar gak ada ide. Akhirnya saya memutuskan untuk apa adanya, "pede aja" dan yakin bahwa saya bisa. Alhamdulillah, pengalaman pertama saya sukses, menyenangkan dan seru.



Motret bayi itu ternyata seru, pake banget. Gimana gak seru, saat saya konsentrasi memegang bayi demi sebuah pose ciamik, eh bayinya pipis (maaf); atau disaat semuanya sudah pas dan saya tinggal pencet tombol shutter, eh bayinya gumoh; atau hal-hal lain yang membuat sesi foto terhenti seperti bayi menangis karena lapar.



Berhubung home studio saya saat ini khusus untuk motret makanan, pemotretan bayi selalu saya lakukan di rumah client. Sesi pemotretan di rumah client juga membawa kenyamanan untuk bayi, selain lingkungan rumah yang sudah lebih dikenal, bayi juga tidak perlu melakukan perjalanan sebelum pemotretan.



Melakukan perjalanan ke rumah client dengan membawa props yang besar-besar seperti bean bag, keranjang, selimut, kain-kain dan ditambah membawa peralatan memotret seperti reflektor dan diffuser yang cukup menyita tempat, tentunya saya membutuhkan kendaraan dengan ruang bagasi yang luas dan bisa muat parkir ditempat yang tidak terlalu luas karena terkadang saya harus parkir dipinggir jalan, didepan rumah client karena garasinya sudah penuh. Trus, ada gak mobil yang seperti itu? Alhamdulillah, ada banget, namanya Toyota Agya. Duh, ini mobil, bagasinya luaaasss, jadi saya gak akan bingung membawa segambreng perlengkapan motret saya. Agya yang masuk dalam kategori city car ini bodynya kecil, jadi gak akan repot kalau misalnya saya terpaksa harus parkir dilahan yang sempit. Walaupun bodynya kecil, tapi tampilan Agya ini elegan loh, enak dilihat, apalagi yang warnanya merah... ahhh, walaupun saya bukan penggemar warna merah, tapi warna merah itu selalu memberikan kesan mewah. Eksterior dan interiornya juga oke banget, lengkap! Passenger seat model terbaru, audio yang canggih dan air bag untuk keamanan, semuanya bikin tambah cinta sama mobil ini. Agya juga dilengkapi dengan spion elektrik, jadi gak perlu susah-susah buka tutup jendela untuk memperbaiki spion. Trus nih, bagian yang paling penting adalah, Agya irit bahan bakar! Cocok banget kan ;) Eh iya lupa, Agya juga kuat nanjak loh, jadi kalau misalnya lagi gak motret dan saya pengen jalan-jalan bareng keluarga ke puncak, Agya bisa diandalkan. Agya ternyata seru banget, seseru sesi pemotretan saya dengan para bayi lucu.





Selain seru, motret bayi itu juga butuh kesabaran, karena kita harus mengikuti jam biologis bayi dan ritmenya. Saya selalu memulai sesi dengan berkenalan dengan si bayi, mengajaknya berbicara untuk mendapatkan chemistry. Eh, iya beneran.. ini serius, chemistry itu juga dibutuhkan disetiap pemotretan yang saya lakukan bersama para bayi lucu itu. Saya juga selalu datang satu jam lebih awal, untuk mengamati suasana rumah dan menemukan dimana cahaya terbaik yang saya butuhkan. Ya, sampai saat ini saya selalu menggunakan natural light disetiap pemotretan dan sangat menghindari lampu studio yang langsung jatuh ke bayi. Sesi foto yang sudah dijadwalkan selama satu setengah jam, biasanya bisa memakan waktu sampai 4 jam karena selain alasan-alasan yang sudah saya sebut diatas, saya juga sering lupa waktu kalau sudah motret bayi, rasanya gak puas-puas. Seru!


Q




Tips saya nih buat teman-teman yang pengen tau serunya motret bayi, jadilah diri sendiri, jangan terlalu terpaku dengan styling orang lain atau ingin seperti fotografer lain. Kalau memang kita tidak mampu untuk membuat suatu pose populer yang kita temukan di Pinterest, ya jangan dipaksakan, karena bagaimanapun, keselamatan bayi lebih utama. Libatkan orang tua apabila ingin melakukan pose-pose tertentu, karena biasanya bayi akan lebih tenang dengan sentuhan orang tuanya, terutama ibunya. Perhatikan detail, jangan hanya terpaku dengan memotret bayi secara keseluruhan, tapi coba ambil hanya jari-jari tangan atau kakinya, telinganya, rambutnya atau bibirnya yang mungil. Abadikan momen kedekatan ibu dan bayi, ayah dan bayi dan juga jangan lupakan antara kakak dan bayi. Tips yang paling utama adalah Have Fun!


Note: Foto-foto Agya saya ambil dari sini.


0 comments :