Recent Comments

Kitchen Headline


Food Combining Itu Gampang

Yup, Food Combining itu ternyata tidak sesulit yang selama ini saya bayangkan. Awal mula saya kenal food combining dari buku karangan ibu Andang Gunawan milik kakak dan langsung bertekad untuk menjalani FC dalam keseharian. Tapi.. berhubung waktu itu saya masih tinggal di Jerman yang kalau mau makan harus masak sendiri (dan belanja sendiri pastinya), jadilah FC saya bubar jalan :D

Saat inipun kalau saya bilang saya adalah pelaku FC, hidung saya akan panjang seperti hidung pinokio, karena saya belum seratus persen menerapkan FC. Buat saya makan rendang daging itu masih paling enak dengan nasi merah (iyaa, dirumah kami makan nasi merah) atau makan ketupat itu ya enaknya pakai gulai cubadak (yang artinya plus daging bertetelan, yum!), tapi saya sedang berusaha untuk menuju kesana (jadi pelaku FC sejati, bukan kesana yang lain).

Food Combining


Setelah FC yang bubar jalan dan dimulainya saya bergabung di twitterland, saya bertemu kembali dengan seorang teman lama yang saya kenal di Multiply (RIP MP). Beliau yang dulunya saya kenal sebagai jagoan Yoga (sekarang juga masih) sekarang ini menerapkan FC dalam pola hidupnya. Twit-twit beliau banyak memberikan pencerahan buat saya, terutama tentang Food Combining. Itulah alasan saya membeli buku karya beliau, Food Combining Itu Gampang. Kesan pertama saya tentang buku ini adalah "Simple". Layout, bahasa dan cara penyampaian si pengarang, Erikar Lebang, gak ribet, gak bikin pusing (ini penting!).

Apa sih Food Combining itu? Dan bagaimana cara menerapkan FC dalam kehidupan kita sehari-hari? Apa saja yang kita makan, waktu makan dan bagaimana memakannya? Semuanya dibahas dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Buku ini juga meyakinkan kita bahwa menerapkan pola makan sehat ala FC ini tidaklah membuat kita menjadi kurang gaul secara kuliner, atau takut untuk menghadiri resepsi perkawinan dimana makanan-makanan enak biasanya berkumpul (hai hai kambing guling, sate padang, soto betawi, bakwan malang, dllsb). Jangan takut! Karena kita hanya berpedoman pada petunjuk pelaksanaan padu padan dan waktu tepat untuk mengkonsumsi makanan. Mengatur makanan secara ideal adalah prioritas pertama, sementara prioritas kedua adalah memanfaatkan makanan yang ada. Jadi gak usah takut ikutan jajan-jajan cantik bareng temen atau datang ke resepsi perkawinan, karena kita bisa mengatur apa saja yang kita makan sesuai aturan FC dengan makanan yang tersedia.

FC itu mahal gak sih? Nah, kalo soal mahal atau tidaknya, sepertinya tergantung dari dimana kita tinggal dan selera kita. Misalnya kalau anda tinggal di Jerman tapi ngotot menu FC-nya dengan sayuran dan buah-buahan Asia, ya pastinya bakalan mahal banget. Tapi kalau disesuaikan dengan sayuran dan buah-buahan yang umum ada di supermaket, ya gak jadi mahal.

Buku ini juga memberikan pilihan sehat dari bahan makanan populer dan pengetahuan mengenai pentingnya air dalam kehidupan kita. Cerita dari para pelaku FC juga ada loh, jadi tunggu apa lagi.. buruan deh ke toko buku dan beli bukunya, dijamin gak nyesel.

0 comments :